Politisi Demokrat Aiyub Bukhari: Program Bantuan Usaha Baitul Mal Harus Lahirkan Muzakki Baru

Anggota DPRK Banda Aceh Aiyub Bukhari, di Banda Aceh, beberapa waktu lalu. FOTO/ ROJA

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Politisi Partai Demokrat, Aiyub Bukhari, menilai program bantuan usaha yang dijalankan Baitul Mal Kota Banda Aceh memiliki peran strategis dalam mendongkrak perekonomian masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah.

Menurut Aiyub, program tersebut tidak hanya bertujuan membantu masyarakat secara sementara, tetapi harus mampu melahirkan muzakki-muzakki (pemberi zakat-red) baru dari kalangan penerima manfaat.
“Program bantuan usaha ini harus benar-benar mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat. Fokus utamanya adalah melahirkan muzakki baru, bukan justru menambah jumlah mustahik,” kata Aiyub Bukhari, di Banda Aceh, Senin (2/2/2026) pagi.

Ia menegaskan, apabila program bantuan usaha justru melahirkan mustahik baru, maka hal tersebut menunjukkan kegagalan dalam perencanaan dan pendampingan program.

“Kalau yang terjadi justru melahirkan mustahik baru, berarti program bantuan usaha itu gagal. Tujuan Baitul Mal adalah mengentaskan kemiskinan, bukan mempertahankan kemiskinan,” tegasnya.

Lebih jauh Anggota DPRK Banda Aceh Dapil Kuta Alam menambahkan, program bantuan usaha seharusnya disertai dengan pendampingan, pelatihan manajemen usaha, serta pengawasan yang berkelanjutan agar penerima bantuan benar-benar mampu mandiri secara ekonomi. “Tentu bantuan ini harus tetap sasaran dan manfaatnya akan terasa di masyarakat,” tutur Aiyub.

Ia juga berharap pada tahun 2026, Baitul Mal Kota Banda Aceh mampu lebih maksimal menggali potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang ada di Kota Banda Aceh. Menurutnya, potensi zakat masyarakat masih sangat besar jika dikelola secara profesional dan transparan.

“Kita berharap Baitul Mal tahun 2026 mampu menggali potensi-potensi zakat di Kota Banda Aceh secara optimal, sehingga ruh dan tujuan utama Baitul Mal untuk mengentaskan kemiskinan benar-benar tercapai,” ujarnya.

Aiyub menilai, keberhasilan program Baitul Mal dapat diukur dari menurunnya angka kemiskinan setiap tahun serta meningkatnya jumlah muzakki di Banda Aceh.

“Jika setiap tahun jumlah muzakki bertambah dan jumlah mustahik berkurang, maka itu tanda bahwa program Baitul Mal berjalan di jalur yang benar,” katanya.

Ia juga mendorong Pemerintah Kota Banda Aceh untuk terus mendukung program-program Baitul Mal melalui kebijakan yang berpihak pada penguatan ekonomi masyarakat kecil.

“Sinergi antara Baitul Mal dan Pemko Banda Aceh sangat penting agar program bantuan usaha ini benar-benar menjadi solusi jangka panjang bagi perekonomian masyarakat,” pungkas Aiyub Bukhari.(Mar)

Exit mobile version