Gampong Sikundo Terisolir, BNPB Aceh Barat Kirim Bantuan Via Heli

Anggota TNI menurunkan bantuan dari heli di Gampong Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat, Kamis (1/1/2026) FOTO/SCREENSHOT

Kabarnanggroe.com, Meulaboh – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat mengirimkan bantuan logistik makanan dan bahan kebutuhan pokok kepada masyarakat Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat menggunakan helikopter karena jalan masih terputus.

Bantuan ini disalurkan melalui udara karena akses jalan ke kawasan Sikundo masih terputus dan masih dilakukan perbaikan, kata Pelaksana Tugas Kepala BPBD Aceh Barat Teuku Ronal di Aceh Barat, Kamis (1/1/2025), dikutip dari Antara.

Distribusi bantuan melalui udara, di antaranya berupa beras 125 kilogram, sembako paket BNPB 15 kotak, serta satu mesin genset.

Sebelumnya, bantuan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat juga telah mengirimkan logistik kepada masyarakat di kawasan Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, yang selamat akibat banjir bandang.

Bupati Aceh Barat Tarmizi mengatakan 40 kepala keluarga (KK) di kawasan pedalaman di Komunitas Adat Terpencil (KAT) Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen hingga saat ini masih selamat akibat banjir bandang.

“Kondisi masyarakat komunitas adat terpencil Sikundo saat ini sangat memprihatinkan, mereka tidak bisa keluar dari desa akses karena jalan rusak parah dan telah berubah menjadi aliran sungai,” katanya.

Tarmizi mengatakan masyarakat di kawasan tersebut hampir sepekan terisolasi, setelah jalan sepanjang lima kilometer hancur akibat banjir bandang.

“Badan jalan yang ada sudah menjadi sungai dan jembatan penghubung juga terputus, masyarakat di sana benar-benar terisolir dari dunia luar, katanya.

Apabila mereka ingin keluar dari desa, kata Tarmizi, hanya kepala desa dan dua masyarakat yang berani keluar melewati sungai menggunakan ban bekas sejauh lima kilometer.

Selain berbahaya dan mengancam keselamatan, jiwa, kondisi tersebut membuat masyarakat semakin khawatir katanya karena semua akses ke kawasan komunitas adat itu putus total.

Selain itu, ratusan masyarakat di kawasan tersebut saat ini kekurangan pasokan bahan makanan dan obat-obatan.

Tarmizi mengatakan satu jembatan gantung yang dahulu dibangun setelah viral anak-anak sekolah menyebarkan sungai lewat kabel baja pada tahun 2019 sudah terbawa banjir.

“Saat ini, untuk menyeberangi sungai, tidak tersedia perahu atau sampan. Warga terpaksa menggunakan ban mobil sebagai alat bantu,” katanya.

Tarmizi mengatakan akses menuju Sikundo harus dilalui dengan menerobos hutan menggunakan mobil 4×4 yang dikemudikan oleh pengemudi off-road yang andal.(Muh/*)

Exit mobile version