Petani Darul Kamal Pasrah Hadapi Ancaman Gagal Panen Akibat Kekeringan

Kondisi persawahan dan tanaman padi dan yang mulai retak akibat kekeringan, di wilayah Kecamatan Darul Kamal, Aceh Besar, Senin (01/07/2024) FOTO/ ZUL FAZLI

Kabarnanggroe.com, Kota Jantho – Sejumlah petani di Kecamatan Darul Kamal, Kabupaten Aceh Besar, mengaku pasrah menghadapi ancaman gagal panen, akibat kekeringan dan kemarau panjang yang melanda wilayah mereka sejak bulan Mei lalu.

“Kita yakin satu pekan ke depan tanaman padi ini akan mati karena kekeringan berkepanjangan, sudah mulai menghitam semua padi yang sudah ditanam,” kata Asnawi (50), seorang petani Gampong Neusok, Kecamatan Darul Kamal, Aceh Besar, Senin (01/07/2024).

Ia menjelaskan, Tanaman padi dengan usia tanam antara 20-40 hari, setelah tanam langsung mengalami kekeringan akibat kemarau panjang.

“Saat ini, petani di sini tidak bisa berbuat banyak untuk mengatasi kekeringan tersebut,” jelasnya.

Menurut dia, dirinya bersama petani lainnya terpaksa pasrah karena tanaman padi yang siap panen pada bulan Oktober-September mendatang dipastikan gagal panen.

“Kami sudah pasrah melihat kondisi sawah, bahkan tanah sudah terbelah menjadi petak-petak,” ujarnya.

Pasokan air yang mengaliri puluhan hektare sawah di Darul Kamal berasal dari ranting pengairan Indrapuri.

“Kita, satu-satunya pengairan itu dari ranting pengairan Indrapuri, bila stok air di sana tidak mencukupi, maka kami tidak kebagian air, untuk dialirkan kesawah,” sebutnya.

Sekarang petani hanya berharap bantuan dari Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, untuk segera mencari solusi terkait masalah kekeringan yang dialami petani saat ini.

“Kami berharap pemerintah bisa membantu permasalahan ini dan bisa merealisasikan irigasi untuk petani di Darul Kamal, karena itu sangat dibutuhkan,” tutupnya dengan penuh harap. (Zul Fazli)

Exit mobile version