Bupati Muharram: Saya Mau Petani di Aceh Besar Bisa Panen Dua Kali Setahun

Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris dalam pertemuan bersama pihak Rumoh Pangan Aceh, yang berlangsung di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Rabu (01/04/2026). FOTO/ BEDU SAINI

Kabarnanggroe.com, Kota Jantho – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar terus berupaya meningkatkan produktivitas sektor pertanian dengan menargetkan petani dapat melakukan panen minimal dua kali dalam setahun sebagai langkah nyata mendorong kesejahteraan masyarakat.

Target strategis tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris, dalam pertemuan bersama pihak Rumoh Pangan Aceh, yang berlangsung di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Rabu (1/4/2026).

“Saya mau petani di Aceh Besar bisa panen dua kali setahun, baik itu padi, jagung, cabai, bawang, maupun komoditas lainnya,” tegas Syech Muharram –sapaan akrab Bupati Aceh Besar.

Menurutnya, wilayah Aceh Besar memiliki potensi lahan pertanian yang luas dan subur, namun masih memerlukan penguatan pada aspek pendukung seperti ketersediaan benih unggul, pupuk, serta kepastian pasar bagi hasil panen petani.

Bupati menegaskan bahwa peningkatan intensitas panen bukan hanya soal produksi, tetapi merupakan strategi langsung dalam meningkatkan pendapatan petani dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.

“Kalau panen bisa dua kali, maka pendapatan petani di Aceh Besar juga akan meningkat. Ini yang kita kejar, bagaimana kesejahteraan masyarakat bisa naik secara nyata dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar telah mengembangkan sekitar 80 hektare lahan jagung dan merencanakan pengembangan Padi Gogo sebagai alternatif di lahan kering. Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan bibit cabai dan bawang yang disertai dukungan pupuk bagi petani.

Namun demikian, dalam kesempatan tersebut Syech Muharram juga mengingatkan pentingnya memastikan keberlanjutan program pertanian agar tidak berhenti sebagai program musiman tanpa arah pemasaran yang jelas.

Ia menegaskan bahwa setiap komoditas dan tanaman yang dikembangkan ke depan harus memiliki ekosistem yang kuat, mulai dari produksi hingga distribusi dan penyerapan pasar.

“Jangan sampai petani menanam, tapi tidak tahu hasilnya mau dijual ke mana. Ini yang harus kita pastikan bersama,” tegasnya, menanggapi pemaparan terkait rencana pengembangan tanaman Koro di Aceh Besar dari pihak Rumoh Pangan Aceh.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan berbagai pihak, terutama Rumoh Pangan Aceh, Pemkab Aceh Besar optimistis dapat membangun sistem pertanian yang produktif, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan petani sebagaimana Visi dan Misi Bupati.(AMZ)

Exit mobile version